Artikel

Mengetahui Cara Daur Ulang Limbah Pabrik Beton

 

Beton merupakan salah satu komponen yang paling sering digunakan dalam berbagai proyek pembangunan, baik di sektor industri maupun sektor energi. Permintaan beton yang bertambah menjadikan pertumbuhan pabrik beton semakin meningkat selama dua dekade terakhir. Konsekuensi logis yang ditimbulkan dengan adanya pertumbuhan pabrik beton adalah peningkatan produksi yang semakin naik dari waktu ke waktu sehingga membutuhkan pengelolaan limbah yang serius. Berikut ini adalah berbagai cara yang dilakukan Pabrik Produk Beton (PPB) WIKA Beton, dalam mengelola limbah. 

PPB Bogor mendaur ulang limbah air menjadi air bersih siap pakai

PPB Bogor sebagai salah satu pabrik beton pracetak tertua di Indonesia memang sudah melakukan proses daur ulang limbahnya sejak lama. Salah satunya dengan mendaur ulang limbah air karena beton ready mix,      15%-20% komposisinya berupa air. Air limbah beton didaur ulang dengan metode aerasi, yaitu menambahan oksigen selama beberapa waktu sehingga pH air limbah kembali normal dan menurunkan kadar unsur-unsur kimia yang berbahaya. Dari hasil penelitian, air limbah yang didaur ulang dengan metode aerasi tersebut dapat digunakan kembali karena masuk ke dalam standar kelas 1. Metode aerasi yang dilakukan PPB Bogor juga didukung oleh Peraturan Pemerintah No.82 tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air. 

 

PPB Karawang mendaur ulang limbah drum dan ban bekas menjadi barang siap guna

Selain di PPB Bogor, PPB Karawang juga sudah melakukan proses daur ulang limbah sejak lama. Di PPB Karawang, drum bekas oli didaur ulang menjadi kursi dan meja yang fungsional. Sedangkan ban bekas alat berat, digunakan kembali sebagai pot untuk menanam tanaman. Sepatu bot yang sudah tidak bisa digunakan pun dimanfaatkan untuk mempercantik kawasan pabrik dengan cara menggunakannya sebagai pengganti pot. Hal ini membuat PPB Karawang banyak dipuji banyak pihak atas kreativitasnya dalam pemanfaatan limbah pabrik beton.

Daur ulang yang dilakukan kedua pabrik produksi beton tersebut menjadi bukti bahwa WIKA Beton sangat serius dalam menangani isu lingkungan. Selain itu, hal ini juga menjadi bukti bahwa praktik 3R juga benar-benar dilakukan demi terwujudnya lingkungan yang asri dan terjaga.


 

« Artikel