Artikel

Mengingat Kembali NCICD, Proyek WIKA Beton untuk Amankan Pesisir Jakarta

 

Hampir setiap tahun, wilayah Jakarta bagian utara seringkali terkena banjir rob. Hal ini tidak hanya disebabkan karena posisi daratan di utara Jakarta yang lebih rendah dari pada lautan, melainkan juga adanya faktor alam seperti gerhana bulan maupun kencangnya angin muson barat. Sebagai solusi permasalahan tersebut, pemerintah melalui Dirjen Sumber Daya Air menggandeng WIKA-Sacna KSO beserta anak usaha WIKA, yaitu WIKA Beton untuk membangun tanggul pengaman pantai pada 2016 lalu sebagai bentuk upaya mengamankan pesisir Jakarta. Salah satunya pada 2016 silam WIKA Beton menangani proyek pembangunan NCICD Tahap 2 Paket 2 di Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara (selain proyek pengaman pantai Jakarta di seksi dan lokasi lain).

National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) merupakan proyek tanggul raksasa di pesisir Jakarta yang bertujuan untuk melindungi ibukota dari banjir air laut. Dalam proyek ini, WIKA Beton memperkenalkan kembali teknologi barunya yaitu inner bore setelah sebelumnya digunakan di Proyek Pembangunan Rumah Sakit St. Carolus Jakarta. Teknologi inner bore menjadikan proses pemasangan tiang pancang lebih ramah lingkungan karena tidak menimbulkan polusi udara, polusi suara dan minim getaran. 

Inner Bore System merupakan teknologi yang diadopsi dari Metode Instalasi Pondasi Nakabori System dari Jepang. Pelaksanaannya dengan cara tiang pancang terpenetrasi bersamaan dengan proses penggalian tanah pada ujung tiang oleh ukuran diameter kepala auger yang lebih kecil daripada diameter tiang pancang. Pada saat mencapai lapisan tanah keras, ukuran diameter kepala auger menjadi lebih besar daripada diameter tiang pancang, bersamaan dengan proses injeksi cement-milk (pasta semen) terus-menerus hingga kedalaman rencana untuk membentuk soket semen pada ujung pondasi tiang pancang bagian bawah yang berfungsi sebagai soket end-bearing.

Pada proyek tanggul raksasa ini, tiang pancang yang digunakan adalah Cylinder Pile, komponen beton yang diproduksi langsung oleh Pabrik Produk Beton (PPB) Lampung Selatan. Menariknya, proses distribusi tiang pancang juga dilakukan melalui jalur laut sehingga semakin efisien dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat sekitar. Untuk proyek tanggul NCICD ini, total tiang pancang yang dibutuhkan sekitar 1.800 buah dengan panjang 24 meter. 

Selain pembangunan tanggul NCICD, WIKA Beton juga membangun akses jalan dan tambatan perahu untuk nelayan lokal di pesisir utara Jakarta. Untuk mendukung tambatan perahu nelayan, WIKA Beton juga menambahkan pemasangan border agar memudahkan para nelayan dalam menambatkan perahunya. 


 

« Artikel