Artikel

Tingkatkan Nilai Kontrak di Tahun 2019, Ini Langkah yang Dilakukan WIKA Beton

 

Selain ingin terus mempertahankan gelar sebagai #ConcretExpert, ada satu lagi harapan WIKA Beton yaitumembukukan kontrak-kontrak baru di luar pasar mainstream seperti proyek-proyek besar yang sebelumnya dikerjakan WIKA Beton. Harapan tersebut bukannya tanpa alasan, melainkan WIKA Beton melihat peluang yang cukup besar di dalam pasar non-mainstream tersebut untuk lebih membangun negeri serta meningkatkan nilai kontrak di tahun 2019 nanti. Untuk mewujudkan harapan tersebut, WIKA Beton secara khusus sudah menyiapkan langkah-langkah besar. Simak ulasannya di bawah ini!

Langkah pertama adalah mulai menyisir potensi pasar di luar kota-kota besar

Dari tahun ke tahun, WIKA Beton memang dikenal sebagai #ConcretExpert melalui proyek-proyek di kota-kota besarseperti menjadi bagian dari pembangunan MRT Jakarta, Simpang Susun Semanggi, RS St. Carolus Jakarta dan turut menjadi pemasok komponen utama RISHA. Untuk itu, saat ini WIKA Beton sedang lebih gencar mengulik pasokan beton pracetak di penjuru daerah di Indonesia dan terlibat aktif dalam pembangunan di sana. Per kuarter kedua tahun 2019 ini, WIKA Beton sudah mengantongi tiga kontrak daerah yaitu pembangunan Bogor Outer Ring Road sebesar Rp. 157 miliar,Bandar Udara Kulon Progo, Yogyakarta senilai Rp. 135 miliar dan Stadion BMW Rp. 101 miliar

Kedua, memperbanyak proyek dengan BUMD dan BUMN

Selain mengincar proyek di luar kota-kota besar, WIKA Beton juga mulai memperbanyak proyek dengan BUMD. Sementara untuk pemerintah pusat, WIKA Beton meragukan adanya kenaikan nilai kontrak mengingat anggaran belanja infrastruktur pemerintah pusat hanya sebesar 1%. Nilai tersebut jelas tidak berbanding lurus dengan target WIKA Beton tahun ini. Untuk itu, WIKA Beton sudah mulai bergerak dan memperbanyak proyek-proyek dengan pemerintah daerah. Seperti kontrak pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung senilai Rp.100 miliar hingga Rp.150 miliar serta kontrak pasokan ready mix ke beberapa jalan tol di berbagai daerah di Indonesia.

Selain memperbanyak proyek dengan BUMD, WIKA Beton juga mulai melirik proyek dengan BUMN yang tengah mengembangkan berbagai infrastrukturnya. Salah satu potensi besar adalah PT. Pelabuhan Indonesia I, II, III, dan IV.

Ketiga, meningkatkan kapasitas produksi sebesar 300.000 ton

Guna meningkatkan nilai kontrak di tahun 2019, WIKA Beton tak hanya mengincar proyek di luar kota besar dan bekerjasama dengan pemda serta BUMN saja. Langkah besar lainnya adalah WIKA Beton ingin meningkatkan kapasitas produksi sebesar 300.000 ton untuk tahun ini. Peningkatan kapasitas produksi ini dilakukan dengan cara meningkatkan kemampuan produksi pabrik yang sudah ada, sehingga nantinya total produksi mampu mencapai 4,1 juta ton. Waktu yang dibutuhkan WIKA Beton untuk bisa meningkatkan kapasitas produksi tersebut sekitar tiga sampai empat bulan ke depan.

Dengan ketiga langkah tersebut, WIKA Beton optimis bahwa nilai kontrak sebesar Rp. 9 triliun tahun ini mampu dikantongi. Mengingat tahun lalu pencapaian nilai kontrak sebesar Rp. 7,7 triliun rupiah dimana melebihi target awal yaitu Rp. 7,5 triliun rupiah.

« Artikel